Photo credit: nfcwork

Digital Product Passport (DPP) adalah identitas digital dari suatu barang atau produk yang berisi informasi lengkap tentang barang tersebut sepanjang siklus hidupnya, mulai dari bahan baku, proses produksi, komponen, hingga cara perawatan, perbaikan, dan akhir masa pakai (disposal). Semua data ini tersedia dalam bentuk digital, bukan hanya label fisik seperti barcode biasa. Dengan kata lain, DPP seperti KTP digital untuk produk fisik, memungkinkan siapa pun yang berhak mengakses data penting tentang produk itu secara online (iSAX, 2025). DPP menjadi alat penting untuk ekonomi sirkular, yaitu pendekatan di mana produk dan bahan dipertahankan nilainya selama mungkin melalui perbaikan, reuse, refurbish, dan daur ulang. Dengan data lengkap dan digital, pelaku industri bisa mengelola sumber daya dengan lebih efektif, sementara konsumen dapat membuat keputusan pembelian yang lebih bertanggung jawab.

Regulasi utama terkait DPP telah mulai berlaku dengan disahkannya Ecodesign for Sustainable Products Regulation (ESPR) oleh Uni Eropa pada Juli 2024. Regulasi ini menetapkan kerangka hukum yang mewajibkan DPP sebagai salah satu bentuk transparansi dan pelaporan informasi produk di pasar Uni Eropa (IEA, 2025). Meskipun demikian, pelaksanaan wajibnya masih berlangsung secara bertahap. Uni Eropa menyusun timeline implementasi berdasarkan kelompok produk, dimulai pada periode 2024–2025 dengan penerapan awal regulasi ESPR dan penyusunan rencana kerja oleh Komisi Eropa untuk menentukan prioritas kelompok produk yang akan diwajibkan memiliki DPP. Memasuki tahun 2026, sistem DPP dan registry digital dipersiapkan serta mulai beroperasi (intereconomics, 2025). Sebagai contoh, sektor baterai yang juga diatur dalam peraturan baterai diperkirakan akan diwajibkan pada 2027, diikuti secara bertahap oleh kelompok produk lain seperti tekstil, aluminium, ban, furnitur, dan lainnya hingga tahun 2030. Kepatuhan dan kewajiban DPP untuk semua produk akan diterapkan secara bertahap selama beberapa tahun ke depan.

DPP diciptakan untuk mendukung sejumlah tujuan penting yang saling terkait. Pertama, DPP berperan krusial dalam meningkatkan transparansi rantai pasok, sehingga alur material dan komponen dapat terlihat dengan jelas oleh seluruh pihak terkait. Transparansi ini sekaligus mempermudah pelacakan material dan komponen dalam suatu produk, yang sangat membantu dalam mengidentifikasi sumber daya secara akurat. Lebih lanjut, keberadaan DPP juga mempercepat proses pemeriksaan kepatuhan oleh regulator dan otoritas, karena seluruh informasi yang diperlukan telah tersusun secara sistematis dan mudah diakses (fraunhofer, 2025). Di sisi lain, DPP menjadi instrumen penting dalam mendukung ekonomi sirkular, dengan memberikan data yang diperlukan untuk mendorong praktik penggunaan ulang, perbaikan, dan daur ulang barang, yang pada akhirnya bertujuan mengurangi limbah secara signifikan. Tidak kalah pentingnya, DPP berfungsi untuk memberi informasi yang komprehensif bagi konsumen mengenai asal-usul produk, materi penyusunnya, dampak lingkungan yang ditimbulkan, serta panduan yang benar dalam merawat atau membuang produk tersebut ketika masa pakainya telah berakhir.

Comments are closed