
Sesi resmi INC-5.2 (Intergovernmental Negotiating Committee) dimulai pada tanggal 5 hingga 14 Agustus 2025, di Geneva. Agenda tersebut adalah bagian dari negosiasi perjanjian internasional mengenai polusi plastik (AZWI, 2025). Putaran negosiasi ini berakhir tanpa tercapainya konsensus atas teks perjanjian final. Perundingan dihentikan dan akan dilanjutkan pada waktu yang belum ditentukan (UNEP, 2025).
Pada Jumat, 15 Agustus 2025, Chair INC, merilis draft teks terbaru yang mencakup beberapa kemajuan penting (Bisnis, 2025) seperti referensi terhadap mandat UNEA Resolution untuk mengatur seluruh siklus hidup plastik, kembalinya poin mengenai “chemicals of concern”, pengakuan terhadap hak masyarakat adat, dampak polusi plastik dinyatakan tidak bersifat mengikat (non-binding), dimasukkannya ketentuan pemungutan suara pada COP (bukan lagi konsensus mutlak) dan mekanisme pembiayaan baru.
Beragam respons dari berbagai pihak, seperti delegasi Afrika Selatan menyatakan kekecewaan karena INC-5.2 tidak menghasilkan kesepakatan hukum yang mengikat. Draft tersebut masih lemah, karena tidak menekankan pengurangan produksi plastik primer maupun bahan kimia berbahaya (Nexus3 Foundation, 2025). Juga belum tercantum prinsip “polluter pays” maupun kaitan plastik dengan krisis iklim. Coalition dari berbagai perusahaan menyatakan bahwa pendekatan regulasi yang harmonis dan wajib diperlukan untuk mendorong perubahan. Mereka menyampaikan bahwa perjanjian seperti itu dapat memperkuat sistem ekonomi sirkular, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tanggung jawab produsen (business for plastics treaty, 2025).
Comments are closed